Saling Lapor, Polres Kampar Menunggu Hasil Visum

By Obor Riau 19 Jul 2018, 08:03:17 WIBHukrim

Saling Lapor, Polres Kampar Menunggu Hasil Visum

BANGKINANG (OR) - Aksi bentrok antara satuan polisi pamong praja (satpol pp) Kampar dengan masa Tenaga Bantu Rumah Tunggu Kelahiran dinas kesehatan Kampar yang terjadi didepan kantor bupati Kampar Senin (16/7) sore kemaren berbuntut panjang, pasalnya antara dua kubu ini saling melapor ke mapolresta Kampar.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, usai mengusir demonstrasi dari barisannya, satpol pp yang dipimpin Hambali lansung membuat laporan ke mapores Kampar atas tuduhan perusakan yang dilakukan oleh masa aksi.

"Ya kita bikin laporan perusakan, karena akibat saling dorong doringan antara masa dengan petugas, pintu kaca masuk kantor bupati jadi rusak," ungkap Hambali ketika dihubungi melalui telpon genggamnya, Rabu (18/7) malam.

Hambali juga mengakui, tindakan yang dilakukannya itu tidak ada intruksi dari pihak mana pun. "Ini yang perlu harus diketahui, kebijakan ini saya ambil bukan karena ada intruksi dari sekda, atau bupati. Itu murni dari kebijakan saya, nanti apapun saya yang menanggung resikonya, bukan anggota saya dan bukan pimpinan saya," tegas Hambali.

Dirinya juga mengakui, setelah aksi itu berahir ia dan anggotanya langsung mendatangi pihak kepolisian (polres kampar - red) untuk membuat laporan.

Sedangkan RTK bersama tim kuasa hukumnya dari Lembaga Bantauan Hukum Pusat Advokasi Hukum dan Ham (PAHAM) dan PBH Peradi juga sudah melaporkan satpol pp ke kepolisi atas tuduhan penganiayaan yang dilakukan secara bersama sama.

Seperti yang disampaikan Direktur LBH PAHAM Riau, Herianto SH, katanya pihak klaennya telah melaporkan oknum satpol pp dan kasatnya Hambali kepolisi. Menurutnya berdasarkan vidio yang beredar mereka telah terbukti secara bersama sama melakukan pengeroyokan terhadap korbannya Dafit Davijul dan Fitriani Winarti. 

Akibat perbuatan yang dilakukan mereka, klaennya Dafit dan Fitriani mengalami luka lebam dan sesak.

"Kami melaporkan oknum satpol pp, karena masih tahap lidik dan terlapor Hambali selaku pimpinannya. Mereka ini wajib dilaporkan karena sudah melanggar kode etiknya sebagai ASN, padahal sudah jelas dalam undang undang ASN tidak boleh melakukan tindak pida, sementara ini sudah terbukti melanggar pasa 170 KUHP tentang penganiayaan," tegas Harianto.

Lebih jauh, Hariyanto juga mengakui peristiwa itu sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib dan bahkan sudah diterima oleh polisi dengan nomor laporan LP/212/VII/2018/RIAU/RES KAMPAR.

Sementara itu Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudistira saat dihubungi, Rabu (18/7) malam mengakui adanya laporan dari tim kuasa hukum RTK. Laporan tersebut sedang diproses.

"Iya bang, kita sudah menerima laporan dari mereka, laporan itu sedang diproses dan bahkan juga sudah dilakukan visum, tapi hasil visum belum keluar bang, kita tidak bisa mengira pasal berapa akan dijeratkan kepada terlapor," ungkap Kapolres. (Def)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Obat Sinusitis 27 Jul 2018, 21:31:24 WIB

    Terimakasih simak juga informasinya disini https://goo.gl/nNR2yD - https://goo.gl/Gwvfce - https://goo.gl/XGRA6E

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Kandidat Gubernur Riau Pilihan Anda?
  Siapakah Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Favorit Anda?
  Arsyaddjuliandi Rachman - Suyatno
  Firdaus - Rusli Efendi
  Lukman Edy - Hardianto
  Syamsuar - Edi Nasution